Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :
“Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku”. Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :” Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?”. Para sahabat menjawab, “Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Rasulullah berkata : “Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya”. Umar bin Khattab r.a. berkata :” Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”. Nabi SAW berkata pelan :” Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiamat]?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian !”. Continue reading
Kabar gembira,…!!! Selamat..dosa-dosa anda telah kami hapus. Mungkin ini adalah janji yang sangatlah mulia, akan tetapi memang seperti itu adanya bagi setiap umat Rasulullah yang dalam keadaan sehina apapun, walau dirinya dilumuri dengan dosa. Allah akan menghapusnya seperti tanpa memiliki dosa sama sekali, seperti beberapa firman allah yang kami coba sampaikan seperti berikut :
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung “ (An Nur: 31).
إِنَّ اللهَ – عَزَّ وَجَلَّ – يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءَ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءَ الَّليْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya pada waktu malam untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu siang dan Dia membentangkan tangan-Nya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu malam hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. (HR.Muslim). Continue reading
Segala peuji bagi Allah yang telah menunjukkan akal fikiran para waliNya kepada tauhid dan petunjukNya, dan menetapkan kalimat ikhlas di dalam hati para kekasihnya di tengah badai ujian yang melanda:
قال الله تعالى:﴿ ؤِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴾
“Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS. Hud: 41.
Dan Dia telah membutakan mata hati orang-orang munafiq sebagaimana mereka berpaling dari agama dan tidak menanamkan kecintaan padanya sebagaiamana yang diserukna oleh iman, sesungguhnya bukan mata yang buta melainkan pandangan mata yang terdapat di dalam hati itulah yang buta. Maha Suci Allah, Tuhan Yang Maha Kuat dan Agung, tiada seorangpun yang sepertiNya dan tiada seorangpun yang menandingiNya. Dia-lah Allah Yang Maha Mulia, Raja Yang Maha Tinggi. Aku memuji Allah Yang Maha Suci atas segala nikmatNya yang tiada henti. Continue reading
Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah SWT adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` dan Sifat-Nya.
Urgensi Tauhid: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah SWT semata, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya hanya Dia yang Maha Pencipta, Maha Pengatur alam semesta. Hanya Dia lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. Dan setiap yang disembah selain-Nya adalah batil. Sesungguhnya Dia SWT bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia SWT mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi. Continue reading